Klik untuk lihat ukuran besar.

PELUANG NEGARA BERPENDUDUK BESAR: TEORI DAN PRAKTIK TRANSFORMASI KEPENDUDUKAN DI TIONGKOK

Harga:

Rp 118,750


Rp 125,000 -5%

“Perdebatan mengenai baik atau buruknya jumlah penduduk yang besar (atau kecil) di suatu negara tak pernah berhenti. Pada akhir abad ke-18, Malthus mengungkapkan beban ekonomi dari pertumbuhan penduduk yang cepat. Jumlah penduduk tumbuh melebihi kecepatan pertumbuhan pangan. Namun, pemikiran Malthus ini berhasil dipatahkan dengan adanya kemajuan teknologi di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang terus meningkat justru membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  Namun, di akhir tahun 1950-an, para ekonom di negara maju mulai teringat pemikiran Malthus. Negara berkembang seperti India, dengan jumlah penduduk sangat banyak, merupakan beban. Dengan mutu modal manusia yang rendah dan kesempatan kerja produktif yang rendah, jumlah penduduk yang besar menjadi bencana perekonomian. Sejak saat itulah muncul pemikiran untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana. Kemudian muncul pemikiran untuk mencari jumlah penduduk yang optimal, walau pun banyak pula yang mempertanyakan apakah jumlah penduduk yang optimal memang ada.

  Yang kemudian kita lihat adalah terjadinya penurunan angka kelahiran dan kematian di banyak negara berkembang. Yang paling menonjol adalah Singapura, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Sejak tahun 1960-an, dalam waktu kira kira satu dasawarsa, angka kelahiran telah turun dengan amat cepat di empat negara ini. Angka kelahiran yang tinggi disusul dengan angka kelahiran yang rendah dalam waktu cepat menyebabkan jumlah angkatan kerja yang relatif besar relatif terhadap jumlah anak anak. Dengan mutu modal manusia yang bagus dan adanya kesempatan kerja produktif di empat negara ini, jumlah angkatan kerja yang besar menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang luar biasa.

  Walau begitu, di tahun 1980-an, saya masih pesimis pada perkembangan di Tiongkok. Tiongkok berbeda dengan empat negara kecil (Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura) tersebut. Jumlah penduduk di Tiongkok amat besar. Dapatkah Tiongkok mengulang keberhasilan di empat negara tersebut? Namun, yang terlihat sejak tahun 2000-an mengubah pesimisme saya. Seperti halnya dengan empat negara tadi, mutu modal manusia dan kesempatan kerja produktif di Tiongkok telah membuat jumlah penduduk yang besar suatu modal pembangunan yang amat berharga. Kini Tiongkok menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang penting di dunia.”


Aris Ananta, seorang ekonom-demografer, dengan Ph.D di bidang ilmu ekonomi dari Duke Univesity, Amerika Serikat dan Master di bidang Statistik Ekonomi Sosial dari George Washington University, Amerika Serikat. Ia guru-besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.


ISBN 978-623-321-030-0
Kategori Buku Baru
Tersedia 1 Unit stok barang
Jumlah Beli

Produk Lainnya yang Mungkin Anda Suka

RESILIENSI PENDUDUK MENGHADAPI PERUBAHAN LINGKUNGAN YANG BERDAMPAK PADA BENCANA -5%

RESILIENSI PENDUDUK MENGHADAPI PERUBAHAN...

Rp 50,000 Rp 47,500

Stok Tersedia

KEKUASAAN - SEBUAH ANALISIS SOSIAL DAN POLITIK -5%

KEKUASAAN - SEBUAH ANALISIS SOSIAL DAN P...

Rp 125,000 Rp 118,750

Stok Tersedia

PARENTING POINTS: 99 BITS OF WISDOM TO RAISE A HAPPY AND CAPABLE -5%

PARENTING POINTS: 99 BITS OF WISDOM TO R...

Rp 150,000 Rp 142,500

Stok Tersedia

PASSIONATE JOURNEY FROM INDONESIA TO SWITZERLAND - PERJUANGAN KARIER MIA AL JURMIAH LINTAS BENUA -5%

PASSIONATE JOURNEY FROM INDONESIA TO SWI...

Rp 100,000 Rp 95,000

Stok Tersedia

THE NATIONAL PARKS OF INDONESIA (Bahasa Inggris) -5%

THE NATIONAL PARKS OF INDONESIA (Bahasa ...

Rp 350,000 Rp 332,500

Stok Tersedia

POKOKNYA ADA PELANGI: CATATAN HARIAN MAGDALENA SITORUS TENTANG KEHIDUPAN OEY TOEN KING -5%

POKOKNYA ADA PELANGI: CATATAN HARIAN MAG...

Rp 150,000 Rp 142,500

Stok Tersedia

DIPLOMASI DIGITAL DAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA -5%

DIPLOMASI DIGITAL DAN KEBIJAKAN LUAR NEG...

Rp 65,000 Rp 61,750

Stok Tersedia

FRAGMEN SEJARAH INTELEKTUAL : BEBERAPA PROFIL INDONESIA MERDEKA (CETAK ULANG) -5%

FRAGMEN SEJARAH INTELEKTUAL : BEBERAPA P...

Rp 190,000 Rp 180,500

Stok Tersedia

BROMOCORAH -5%

BROMOCORAH

Rp 75,000 Rp 71,250

Stok Tersedia

SIEDJAH : MELINTASI TAPAL BATAS KEPICIKAN KOLONIAL -5%

SIEDJAH : MELINTASI TAPAL BATAS KEPICIKA...

Rp 140,000 Rp 133,000

Stok Tersedia

UMKM DALAM ERA TRANSFORMASI DIGITAL -5%

UMKM DALAM ERA TRANSFORMASI DIGITAL

Rp 65,000 Rp 61,750

Stok Tersedia

ETIKA PENULISAN KARYA ILMIAH : BEBERAPA BUTIR PRINSIP DASAR -5%

ETIKA PENULISAN KARYA ILMIAH : BEBERAPA ...

Rp 55,000 Rp 52,250

Stok Tersedia