
3x sehari Setelah menagis
Rp 89,000
Menahan tangis hanya akan membuat dadamu sesak.
Baca buku ini jika gejala tak kunjung sembuh dan luka berlanjut.
Pernah nggak, sih, ngerasa hidup ini kayak lagi jalan di treadmill yang tombol stop-nya rusak? Kita cuma bisa terus lari, gak ada yang bantuin, padahal napas udah ngos-ngosan dan kaki udah lecet-lecet.
Pernah nggak tiap hari disuapin omongan, “Ayo, semangat! Jangan nyerah!” Padahal aslinya cuma pengin tarik selimut dan nangis. Belum lagi tekanan dari kanan-kiri yang maksa buat cepat sukses, kerjaan yang nggak ada habisnya, sampai tuntutan buat selalu kelihatan bahagia.
Lama-lama, kewarasan jadi harga yang mahal. Energi terkuras habis, capek mental, dan ujung-ujungnya merasa diri sendiri “kedaluwarsa” alias nggak berguna.
Tenang, buku ini nggak bakal nambah beban kamu. Anggap aja buku ini sebagai “ruang gawat darurat” personal buat batin kamu yang lagi babak belur. Sebuah tempat yang aman buat rebahan sebentar, melepas semua ekspektasi yang berat, dan pelan-pelan mengobati luka tanpa harus merasa dihakimi.
